Safe and SecureUpdate News

Mudik Lebih Praktis, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik Saat Nataru

Data resmi menunjukkan bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum meningkat signifikan, mencerminkan perubahan perilaku perjalanan masyarakat.

Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi momentum pergeseran perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi. Data dari Posko Pusat Angkutan Nataru menunjukkan bahwa akumulasi pergerakan masyarakat menggunakan angkutan umum sepanjang periode H-7 (18 Desember 2025) hingga H+5 (30 Desember 2025) mencapai 14.951.649 orang, atau naik sekitar 6,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.029.327 orang.

Rincian data menunjukkan bahwa dari total pemudik ini, penumpang kereta api masih mendominasi dengan 5.380.544 orang, diikuti moda udara dengan 3.496.901 orang, angkutan penyeberangan 2.578.163 orang, angkutan darat 2.251.733 orang, serta angkutan laut 1.244.308 orang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan angkutan umum, termasuk melalui sejumlah kebijakan stimulus seperti diskon tarif transportasi yang diamanahkan Presiden. “Jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan angkutan umum pada masa libur Nataru kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta.

Kenaikan jumlah pemudik yang memilih angkutan umum ini memiliki makna penting bagi mobilitas nasional. Pertama, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa wisatawan dan pemudik semakin mempercayai layanan angkutan umum sebagai pilihan yang aman, nyaman, dan efisien, terutama di tengah padatnya arus mudik. Kepadatan kendaraan pribadi di jalur darat selama Nataru terus menjadi tantangan klasik, sehingga pilihan moda umum dapat membantu mengurangi beban lalu lintas.

Selain itu, peningkatan pemanfaatan angkutan umum juga mencerminkan dampak dari program transportasi nasional yang diarahkan untuk memberikan alternatif perjalanan kepada masyarakat, termasuk program mudik gratis Nataru yang disediakan pemerintah. Program tersebut menyediakan kuota tertentu bagi pemudik tanpa biaya tiket tertentu sehingga masyarakat memiliki opsi pilihan transportasi yang lebih hemat dan aman dibanding menggunakan kendaraan pribadi.

Read More  Biaya Hidup Mahasiswa di 5 Universitas Top Indonesia: Panduan Finansial untuk Mahasiswa Baru

Ke depan, tren meningkatnya penggunaan angkutan umum diharapkan dapat terus berlanjut. Hal ini tidak hanya berdampak pada kelancaran arus mudik, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi dan kepadatan di jalur darat, serta penggunaan sumber daya transportasi secara lebih efisien. Dukungan terhadap berbagai moda angkutan umum seperti kereta api, bus antarkota, kapal laut, dan pesawat terbang menjadi faktor penting dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Meski demikian, pemerintah dan penyelenggara transportasi tetap diingatkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang, termasuk memastikan protokol keselamatan yang ketat di setiap moda transportasi publik. Dengan demikian, kebiasaan menggunakan angkutan umum dapat menjadi pilihan tetap masyarakat di luar musim liburan panjang.

Peningkatan jumlah pemudik yang memilih angkutan umum pada libur Nataru ini menjadi sinyal positif bahwa transportasi umum di Indonesia semakin mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat luas. Jika tren ini terus didukung oleh peningkatan kualitas layanan dan fasilitas, penggunaan angkutan umum bisa menjadi pilihan utama masyarakat di masa depan.

Back to top button